Petis Kangkung, Tradisional Tapi Tetap Eksis.

Di jaman modern ini, segala sesuatu yang tradisional mulai terabaikan. Lihat saja di beberapa daerah, rumah berarsitekturkan tradisional tak terawat, seni tari dan pertunjukan, sepi penonton. Mereka (masyarakat) yang seharusnya mengapresiasi seni sendiri malah acuh tak acuh hal ini dikarenakan mereka sudah terpengaruh akan budaya modern dalam hal ini budaya barat yang cenderung mengarah ke liberalisme, tak peduli akan aset budaya yang dimiliki Indonesia. Padahal Indonesia kan memiliki berbagai macam budaya yang sangat menawan. Bahkan orang luar banyak yang tertarik dengan budaya di Indonesia (itu kalau dikelola dengan baik).

Sebenarnya ada niatan kita untuk menyukai dan melestarikan budaya sendiri, tapi apa mau dikata, gengsi menjadi sebuah jalan buntu untuk meneruskan niat kita. Kunolah, noraklah, dll’lah adalah tanggapan orang lain yang membikin kita menjadi gengsi sehingga mengurungkan keinginan kita untuk menyukai serta melestarikan seni budaya sendiri.

Untungnya masih ada orang yang peduli dengan produk tradisional Indonesia. Adalah mak’e, penjual janganan keliling, Mak’e tetap setia menjual sayuran tradisional Jawa dari muda sampai setua sekarang, orang seperti beliaulah yang membuat makanan tradisional tetap eksis di era globalisasi sekarang. Tak hanya tetap eksis, ternyata makanan ini tak kalah bersaing dengan makanan-makanan dari luar seperti fried chicken, pizza, hamburger, dll (maaf saya tidak akan menyebutkan merek tertentu kecuali dapet komisi).

Salah satu makanan yang dijual oleh Mak’e adalah petis kangkung. Tak hanya menyehatkan, ternyata petis kangkung juga sangat lezat. Perpaduan rasa manis dan gurih dari petis dengan cita rasa udang, asin, pedas, dan asam dari berbagai bumbu tercampur begitu lembutnya menghasilkan cita rasa khas masakan jawa. Belum lagi ditambahkan tahu, bakwan dan sate keong sebagai pelengkap. Hmmm….membayangkannya membuat saya ingin menikmatinya.

Cara membuatnya cukup mudah. Pertama rebus kangkung sampai layu. Setelah itu siapkan cabe, sedikit bawang merah, bawang putih, garam, terasi, dan gula jawa setelah itu dilumatkan sampai halus. Jangan lupa untuk menambahkan jeruk pecel dan petis. Setelah semuanya siap, campur bumbu dan kangkung hingga merata. Meskipun berwarna hitam jangan remehkan rasanya. mak nyuozz…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: